Pendidikan membentuk karakter dan intelektual anak, dan di era globalisasi, multikulturalisme menjadi penting dalam kurikulum pendidikan dasar. Multikulturalisme mengenalkan siswa pada keberagaman budaya dan menumbuhkan rasa saling menghormati. Artikel ini mengeksplorasi penerapan multikulturalisme dalam kurikulum sekolah dasar di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan, yang memiliki sistem pendidikan maju dan berhasil mengintegrasikan nilai-nilai multikultural. Jepang mulai mengadopsi pendidikan multikultural untuk menghadapi globalisasi, Singapura telah lama mengelola keberagaman dengan baik, dan Korea Selatan sedang berusaha mengintegrasikan nilai multikultural. Melalui studi ini, artikel menganalisis implementasi pendidikan multikultural di ketiga negara tersebut dan mengevaluasi dampaknya bagi pendidikan dasar di Indonesia. Dengan belajar dari pengalaman mereka, Indonesia dapat mengadaptasi praktik terbaik untuk memperkaya kurikulum pendidikannya. Metode penulisan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi perbandingan dan analisis dokumen, mengandalkan literatur relevan. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan multikultural di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan bervariasi sesuai dengan konteks sosial, sejarah, dan kebijakan pendidikan masing-masing. Studi ini diharapkan memberikan wawasan bagi Indonesia untuk mengembangkan pendidikan dasar yang inklusif dan multikultural.
Copyrights © 2024