P21 Century Skill menyebutkan kompetensi utama yang perlu dimiliki, yaitu: 1) keterampilan untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah; 2) berkomunikasi dan bekerja sama; 3) kreativitas serta inovasi; 4) cakap digital. Berpikir kritis, bagian penting dari High Order Thinking Skills (HOTS), perlu diajarkan dari pendidikan dasar hingga menengah. Model pembelajaran yang tepat, seperti Pembelajaran berbasis Masalah atau Problem Based Learning (PBL), dapat meningkatkan keterampilan ini. Penelitian pada mata pelajaran IPAS dalam kurikulum merdeka menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest , dengan populasi siswa kelas IV yang tersebar di kelas kontrol (28 siswa) dan kelas eksperimen (27 siswa). Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis sampel jenuh. Analisis data perhitungan yang digunakan adalah uji valid, reliabilitas, daya beda, kesukaran soal uji normalitas, homogen, Uji Normalized-Gain (N-gain) dan uji dugaan/hipotesis. Berdasarkan hasil uji t Independent sample t-test diperoleh sig.2 tailed sebesar 0,00 dengan kriteria < 0,05 maka terdapat pengaruh model PBL terhadap keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS (Ha diterima) serta hasil uji N-Gain score (%) yaitu 56,1259 yang berarti model PBL cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
Copyrights © 2024