Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui karya pantun berdendang (tundang) pada peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan karakter merupakan bagian integral dari pembelajaran yang tidak hanya mencetak individu cerdas, tetapi juga bermoral. Tundang, sebagai bagian dari budaya Melayu, dianggap efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral, norma, dan etika melalui seni berpantun yang menggunakan bahasa sehari-hari setempat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal, dan artikel akademis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tundang dapat berfungsi sebagai instrumen pendidikan karakter, membantu siswa mengekspresikan emosi, meningkatkan empati, kecerdasan, komunikasi, serta mendorong pembentukan prinsip etika dan moral. Karya tundang yang dihasilkan diharapkan tidak memuat unsur bullying, kekerasan, intoleransi, atau SARA, namun sebaliknya mengandung pesan positif yang sesuai dengan dunia pendidikan dan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tundang memiliki peran penting dalam pendidikan karakter di sekolah menengah. Dengan menggunakan tundang, siswa diharapkan mampu menanamkan dan mengaplikasikan nilai-nilai karakter positif dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini merekomendasikan integrasi lebih lanjut seni tundang dalam pembelajaran untuk memaksimalkan pengembangan karakter peserta didik.
Copyrights © 2024