Tari Adok pada dasarnya bukan sebuah tari melainkan pertunjukan seni yang mengandung cerita yang divisualisasikan melalui gerak dan ekspresi penari. Tari Adok menceritakan tentang perebutan seorang bidadari yang diperebutkan oleh dua raja yang memiliki dua sifat yang berbeda satu bijaksana dan satu lagi serakah. Tari ini memiliki makna simbolis yang berfungsi sebagai hiburan serta media untuk menyampaikan pesan yang dibuat oleh penanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna yang terkandung dalam gerak tari Adok yang dianalisis menggunakan teori semiotika Ferdinan De Saussure yang membahas gambar gerak Tari Adok (tanda), satu ragam gerak Tari Adok (objek), makna yang terkandung dalam satu ragam gerak Tari Adok (interpreter). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Sugiono yang mengatakan instrumen adalah alat untuk melihat proses fenomena pada gerak tari Adok di Nagari Paninggahan. Hasil pada penelitian ini ada lima ragam gerak dan tiga sub ragam gerak lalu pada ragam gerak buang aiah dapat dikatakan sintagmatis gerak buang aiah lalu paradigmatis pada gerak tersebut rantak japuik, rantak ciek, rantak duo. Berbicara dengan pertunjukan Tari Adok yang menjadi penanda pada Tari Adok adalah gerak Tari Adok dan yang menjadi petanda adalah makna dari gerak Tari Adok itu sendiri.
Copyrights © 2024