Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara bentuk dan makna dalam penamaan produk makanan instan Indofood dan Unilever. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis bentuk dan makna adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode analisis data dilakukan dari dokumen dan dianalisis dengan teori onomastika. Dengan demikian, penelitian ini mengonfirmasi bahwa penamaan produk dalam pemasaran dipandu oleh konvensi sosial, nilai budaya, dan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama-nama produk Indofood dan Unilever mengandung unsur lingual. Pertama, pada tataran fonologis terjadi perubahan fonem dan substitusi fonem. Pada tataran morfologis terjadi kode-kode bahasa, proses morfologis, dan kelas kata. Pada tataran sintaksis terdapat unsur frasa nomina, frasa adjektival, frasa numeralia dan berbagai prinsip paduan leksem, serta dua jenis urutan frasa, yaitu frasa DM dan frasa MD. Kedua, onomastika berisikan relasi semantis dan ideologi dalam nama-nama produk ditemukan melalui berbagai makna yang terkandung dalam nama-nama tersebut, seperti makna berdasarkan waktu (kala), makna berdasarkan bahan baku/asal, makna nasionalisme, nama tempat dan barangluar negeri, makna asosiasi, penemu, profesi, benda alam, kandungan gizi, asosiasi warna, asosiasi sifat, asosiasi rasa, asosiasi nama orang, hewan dan tumbuhan.
Copyrights © 2024