UMKM di wilayah pedesaan menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan secara efektif, yang seringkali berdampak pada keberlanjutan usaha mereka. Literasi akuntansi yang rendah menghambat kemampuan pelaku usaha kecil untuk memahami kondisi finansial, merencanakan keuangan, dan mengakses pembiayaan formal. Selain itu, hambatan sosial, budaya, dan infrastruktur di pedesaan memperparah keterbatasan dalam pengelolaan keuangan yang sederhana dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi peningkatan literasi akuntansi melalui pelatihan pengelolaan keuangan sederhana pada UMKM di wilayah pedesaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dari studi terdahulu dan sumber relevan lainnya. Data yang terkumpul dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan temuan yang aplikatif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang sederhana dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi sumber daya dan menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih baik. Literasi akuntansi juga memungkinkan pelaku UMKM menyusun laporan keuangan yang meningkatkan daya saing mereka di pasar. Dengan literasi yang baik, UMKM memiliki potensi untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di pedesaan. Strategi pelatihan yang sederhana, aplikatif, dan didukung oleh infrastruktur memadai diperlukan untuk mendukung keberlanjutan UMKM.
Copyrights © 2024