Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara instrumen kebijakan fiskal, khususnya pajak, dan efek multipliernya terhadap keseimbangan perekonomian di tiga sektor: rumah tangga, dunia usaha, dan pemerintah. Kebijakan fiskal, yang mengatur pendapatan dan pengeluaran pemerintah, berfungsi sebagai mekanisme penting untuk mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks perekonomian tiga sektor ini, instrumen pajak memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan agregat. Konsep sentral dalam kebijakan fiskal adalah efek pengganda (multiplier effect), yang mengukur perubahan pendapatan nasional akibat variasi pengeluaran atau perpajakan. Analisis ini membandingkan dua jenis perpajakan: pajak lump sum, yaitu pajak yang jumlahnya tetap dan tidak memperhitungkan tingkat pendapatan individu, dan pajak proporsional, yang dikenakan berdasarkan persentase terhadap pendapatan individu. Temuan-temuan yang ada menunjukkan bahwa pajak proporsional mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap efek pengganda dan keseimbangan perekonomian secara keseluruhan, karena secara langsung mengurangi kecenderungan mengkonsumsi marjinal.
Copyrights © 2024