Penelitian ini menganalisis implementasi prinsip-prinsip Islam dalam penyediaan fasilitas publik dengan studi kasus toilet campur di Kantin Kampus Untirta Sindangsari. Prinsip utama yang dikaji adalah ṭahārah (kesucian) dan adab (kesopanan) yang penting dalam Islam, khususnya terkait kebersihan, privasi, dan kenyamanan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toilet campur tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip kesucian dan adab. Sebanyak 85% responden merasa tidak nyaman dengan fasilitas ini, sedangkan 78% menilai bahwa fasilitas tersebut tidak mendukung kebersihan sesuai ajaran Islam. Rekomendasi yang diusulkan meliputi desain ulang fasilitas toilet dengan pemisahan gender, peningkatan fasilitas kebersihan, penyediaan tanda visual, dan edukasi tentang nilai-nilai Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi peningkatan kualitas fasilitas publik yang selaras dengan syariat Islam di lingkungan kampus.
Copyrights © 2024