Prototipe sistem keamanan berbiaya rendah yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dengan mengintegrasikan berbagai komponen perangkat keras seperti mikrokontroler, sensor, dan aktuator dengan aplikasi perangkat lunak untuk menyediakan pemantauan waktu nyata dan respons otomatis. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas IoT dalam aplikasi keamanan, menyoroti kemampuannya untuk mendeteksi ancaman secara real-time dan memberikan pemberitahuan langsung kepada pengguna. Prototipe ini menunjukkan fleksibilitas dan skalabilitas sistem keamanan berbasis IoT, yang memungkinkan integrasi perangkat dan fitur tambahan dengan mudah. Komponen utama dari sistem ini meliputi mikrokontroler untuk pemrosesan, sensor untuk pengumpulan data, dan aktuator untuk respons fisik. Aspek perangkat lunak menggunakan BLYNK, aplikasi gratis yang memfasilitasi komunikasi antara komponen perangkat keras dan pengguna. Manfaat implementasi IoT, termasuk efisiensi energi, penghematan biaya, dan peningkatan produktivitas. Selain itu, IoT juga dapat mengatasi tantangan potensial seperti masalah keamanan data dan privasi. Dengan meningkatnya penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 78,19% pada tahun 2023, potensi pasar untuk sistem keamanan berbasis IoT menjadi sangat besar. Hasil penelitian ini menyimpulkan dengan menyarankan pengembangan di masa depan, termasuk integrasi kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk meningkatkan deteksi ancaman dan prediksi risiko
Copyrights © 2024