Pertumbuhan penjualan mobil listrik di Indonesia terus meningkat, tetapi adopsinya menghadapi tantangan teknis, ekonomi, dan lingkungan. Artikel ini memanfaatkan pendekatan design thinking untuk mengembangkan inovasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang efisien dan sesuai kebutuhan masyarakat. Metodologi mencakup lima tahap design thinking: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Ditemukan bahwa pengguna menghadapi kendala seperti harga kendaraan tinggi, keterbatasan SPKLU, waktu pengisian daya yang lama, serta biaya penggantian baterai yang mahal. Solusi yang diusulkan meliputi desain SPKLU fleksibel yang kompatibel dengan berbagai kendaraan, dilengkapi fasilitas pendukung seperti mobile charging station dengan kafe, dan desain bertingkat untuk efisiensi ruang. Kesimpulannya, inovasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur kendaraan listrik dan mendukung transisi ke transportasi ramah lingkungan di Indonesia.
Copyrights © 2024