Pasar modal memainkan peran penting dalam sistem perekonomian modern dengan menghubungkan pihak yang memiliki dana surplus dengan pihak yang membutuhkan dana. Saham, sebagai salah satu instrumen yang diperdagangkan di pasar modal, sering digunakan sebagai pilihan investasi karena potensi keuntungan melalui dividen atau capital gain. Untuk menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan dari saham, model Capital Asset Pricing Model (CAPM) digunakan, yang memperhitungkan risiko sistematik dan hubungan antara risiko dan pengembalian. Penelitian ini menganalisis kinerja portofolio saham perusahaan-perusahaan energi tambang yang tergabung dalam indeks LQ45 menggunakan CAPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengembalian yang diharapkan dari saham-saham tersebut bervariasi, dengan PT Bukit Asam Tbk. menunjukkan tingkat pengembalian yang paling tinggi. Model CAPM berperan penting dalam membantu investor dalam pengambilan keputusan investasi yang rasional dan efisien.
Copyrights © 2025