Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media sosial dalam proses perekrutan karyawan dengan fokus pada generasi Z. Generasi ini dikenal sebagai generasi digital yang memiliki preferensi unik terhadap proses pencarian kerja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan perekrut dan kandidat generasi Z untuk memahami bagaimana media sosial digunakan, tantangan yang dihadapi, serta manfaat yang dirasakan oleh kedua pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, seperti LinkedIn, Instagram, dan Facebook, menjadi alat yang efektif untuk menjangkau kandidat generasi Z secara luas dan cepat. Bagi generasi Z, media sosial menawarkan fleksibilitas, transparansi, dan kesempatan untuk membangun personal branding. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan seperti bias dalam penilaian kandidat, validasi informasi, dan ekspektasi kandidat yang meningkat terhadap perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan dalam merancang strategi perekrutan yang adaptif dan inklusif, khususnya untuk menarik talenta dari generasi Z. Dengan memanfaatkan media sosial secara strategis, perusahaan dapat menciptakan proses perekrutan yang lebih efisien, transparan, dan relevan.
Copyrights © 2025