Pemimpin adalah sosok yang sangat penting dalam sebuah kelompok baik lingkup sempit maupun luas, eksistensi dan orientasi kelompok sangat ditentukan oleh pemimpinnya, apakah nanti akan dibawa ke arah kebaikan, kesejahteraan dan kemakmuran ataukah diarahkan menuju kehancuran. Oleh karena itu, sudah merupakan tanggung jawab setiap personal untuk selektif dan berhati-hati dalam memilih pemimpin.Dalam artikel ini kami mencoba mengkaji fenomena konflik politik yang membawa nama agama. Ada beberapa kelompok yang mewacanakan bahwa memilih pemimpin yang kafir hukumnya haram. Sejumlah ayat al-Qur’an pun dijadikan dalil untuk melegitimasi wacana yang propagandis ini. walhasil, wacana ini memecah belah dan menimbulkan konflik antar agama lagi.Oleh karena itu perlu diadakan kajian yang lebih mendalam lagi dalam memaknai ayat ini agar tak semata-mata ditafsiri secara tekstual dengan tanpa memperhatikan konteks sosio religi ketika ayat diturunkan dan juga konteks sosio religi masyarakat sekarang.
Copyrights © 2016