Seringkali Al-Quran turun secara spontan untuk menjawab pertanyaan suatu peristiwa. Kejadian atau pertanyaan dijawab dan dijelaskan secara langsung dalam Al-Quran, dan tentunya spontanitas tidak memberi peluang untuk berpikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. Pengetahuan mengenai ilmu ukur, perhitungan dan bilangan tidak akan lepas dari matematika. Dari hasil penghitungan tersebut akan membentuk suatu pola yang membentuk suatu keserasian dan keteraturan. Pengulangan kata firqah dan turunannya dalam Al-Qur’an sebanyak 72 kali. Angka ini sama dengan banyaknya golongan yang akan masuk neraka pada hadist nabi yang diriwayatkan oleh Turmudzi. Hal ini menunjukkan salah satu kuasa Allah tentang keserasian dan keteraturan suatu peristiwa.Â
Copyrights © 2016