Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Vol 13 No 2 (2019): SEPTEMBER

PENGARUH SOSIAL-POLITIK DAN INTELEKTUAL DALAM PEMBENTUKAN NEO-SUFISME IMAM AL-GHAZALI

Arafah Pramasto (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Sep 2019

Abstract

AbstrakTasawuf atau yang dikenal juga sebagai ‘Sufisme’ merupakan istilah yang baru dikenal pada abad ke-III hijriah. Sufisme kerap dianggap sebagai suatu bentuk kehidupan yang rendah dalam masyarakat karena dituduh mengajarkan asketisme ekstrim. Kesan itu lebih disebabkan oleh dua faktor utama sejarah Islam yang berpengaruh pada Sufisme. Pertama, munculnya pemerintahan despotik sejak zaman berdirinya Umayyah. Kedua, puncak kemajuan fisik dan intelektual era Abbasiyah. Sufisme yang menjadi simbol perlawanan pada penguasa dan hedonisme keduniawian lalu berubah menjadi semakin melembaga dan diindikasi terpengaruh oleh gagasan-gagasan kontroversial. Sebagai contohnya ialah Tasawuf dianggap sebagai bid’ah dan sesat karena dikaitkan dengan eksistensi tokoh Al-Hallaj dengan gagasan Wahdat Al-Wujudnya. Di masa kemajuan intelektual Islam itu, Imam Al-Ghazali, cendekiawan yang menguasai berbagai bidang ilmu, selanjutnya memilih menjadi seorang Sufi. Al-Ghazali yang kini karya-karyanya banyak beredar di Indonesia, berhasil menggagaskan sintesis antara mistisisme dan syariat, yang kemudian oleh seorang pemikir Islam modern bernama Fazlur Rahman diidentifikasi sebagai “Neo-Sufisme.”Kata Kunci : Tasawuf, Sufisme, Neo-Sufisme, Imam Al-Ghazali, Intelektual

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

almabsut

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the ...