ABSTRACT Hepatitis B is still a major global health problem, chronic hepatitis B can cause cirrhosis and liver cancer. Hepatitis B transmission can be transmitted vertically (from mother to child) or horizontally (from one person to another). Hepatitis B has a genome in the form of a circular double helix of DNA with a length of around 3020-3320 nucleotides. This research aims to study Hepatitis B treatment based on behavior and molecular examination. This research is a type of descriptive research, through literature searches from various national and international journals. The articles used are from 2018 to 2023. The results of the study show that good cognitive knowledge about Hepatitis B will be associated with good behavior towards prevention so that it can reduce the incidence of Hepatitis B, men (84%) and blood type A (41) . %) are more often infected with the hepatitis B virus, pregnant women with reactive HBsAg have good knowledge (83%), the status of children with reactive HBsAg (7.5%), meaning that there is still failure in passive immunization. The conclusion of this research is that treating hepatitis B will be easier based on the characteristics of the virus using a genetic approach. Measurement of HBV DNA levels is carried out using PCR, HBV DNA can be done qualitatively, directly quantitatively, and analyzing mutant HBV DNA. Keywords: Behavior, Hepatitis B, Molecular Examination ABSTRAK Hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan global yang utama, hepatitis B kronis dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Transmisi hepatitis B dapat menyebar secara vertikal (dari ibu ke anak) atau horizontal (dari satu individu ke individu lain). Hepatitis B memiliki genom berupa DNA heliks ganda melingkar dengan panjang sekitar 3020-3320 nukleotida. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penanganan Hepatitis B berdasarkan perilaku dan pemeriksaan molekuler. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, melalui penelusuran literatur dari berbagai jurnal nasional dan internasional. Artikel yang digunakan adalah dari tahun 2018 hingga tahun 2023. Hasil penelitian menunjukan laki laki (84%) dan golongan darah A (41%) lebih banyak terinfeksi virus hepatitis B, ibu hamil yang HBsAg-reaktif memiliki pengetahuan yang baik (83%), status HBsAg anak sebanyak (7,5%) reaktif, artinya masih terdapat kegagalan dalam imuisasi pasif. Kadar AST (72%) dan ALT (49%) meningkat dan kadar Albumin (56%) rendah pada pasien hepatitis B. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pengetahuan yang baik akan berhubungan dengan perilaku yang baik terhadap pencegahan serta penularan virus Hepatitis B. Penanganan hepatitis B akan lebih mudah berdasarkan karakteristik virus dengan pendekatan genetik, Pengukuran kadar HBV DNA dilakukan dengan menggunakan PCR, HBV DNA dapat dilakukan secara kualitatif, direk kuantitatif, dan menganalisis HBV DNA mutan. Kata Kunci: Hepatitis B, Pemeriksaan Molekuler, Perilaku
Copyrights © 2024