Bawang merah merupakan tanaman yang tumbuh semusim dengan bentuk rumput yang tumbuh dengan tegak yang banyak kita temukan di tanam oleh petani Indonesia. Dalam pengelolaan budidaya tanaman bawang merah sering mendapat gangguan serangan hama. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman bawang merah adalah ulat grayak. Salah satu ccara untuk mengatasiserangan hama adalah menggunakan biopestisida cair. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Biopestisida asap cair terhadap mortalitas hama ulat grayak pada tanaman bawang merah. Yang selanjutnya pemanfaatannya bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diharapkan mampu mengatasi permasalahan hama ulat grayak pada tanaman bawang merah. Percobaan ini menggunakan 5 variasi larutan (0 mL, 10 mL, 15 mL, 20 mL, dan 25 mL) dengan masing-masing 4 kali pengulangan. Sampel ulat grayak yang digunakan ada 10 ekor tiap masing-masing wadah. Parameter yang diukur adalah mortalitas selama 4 Hari (96 jam) yang diamati selama 8 jam sekali. Mortalitas dihitung dari jumlah ulat yang mati dengan tanda tidak memberikan respons atau Gerakan ketika disentuh. Hasil yang diperoleh nilai untuk LC50 sebanyak 8.84 ml dalam 96 jam dan untuk LT50 diperoleh nilai 33 jam. Semakin tinggi konsentrasi perlakuan yang di aplikasikan, maka semakin tinggi juga mortalitas ulat grayak yang terjadi.
Copyrights © 2020