cover
Contact Name
Arum Pratiwi
Contact Email
jppm@polbangtanmalang.ac.id
Phone
+628563337447
Journal Mail Official
jppm@polbangtanmalang.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr Cipto 144A, Bedali-Lawang Malang, Lawang, Jawa Timur, Indonesia 65200
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pembangunan
ISSN : 2656324X     EISSN : 26565560     DOI : https://doi.org/10.34145/jppm.v4i2
Jurnal Penyuluhan Pembangunan, dengan nomor ISSN 2656-324X dan E-ISSN 2656-5560 adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian penyuluhan dan kegiatan pengabdian/ pemberdayaan masyarakat dan diterbitkan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait penyuluhan dan pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Fokus dan ruang lingkup penyuluhan dan pengabdian masyarakat pada jurnal ini antara lain Penyuluhan, Pengabdian Masyarakat, Pembangunan Pedesaan, Komunikasi, Pemberdayaan Masyarakat, Sosiologi Pertanian/Pedesaan, dan Psikologi Sosial.
Articles 67 Documents
Adopsi Inovasi Pemanfaatan Kotoran Ternak Sapi Untuk Pembuatan Pupuk Bokashi di Kelompoktani “Usaha Bersama” Desa Sekarmojo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Abdul Farid; IGN Mudita; Tri Pudjianto
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.8

Abstract

Pemanfaatan kotoran ternak sapi belum optimal, petani lebih tergantung pada pupuk anorganik. Selain itu masalah yang dihadapi petani saat ini yaitu kelangkaan pupuk. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan yaitu pembuatan pupuk bokashi dari kotoran ternak sapi. Fungsi pupuk bokashi antara lain meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan dan produksi tanaman, pembuatan mudah, biaya murah dan bahan mudah diperoleh. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi petani terhadap pemanfaatan kotoran ternak sapi untuk pembuatan pupuk bokashi, 2) untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani (umur, tingkat pendidikan, luas usahatani dan pengalaman berusahatani) terhadap adopsi teknologi pemanfaatan kotoran ternak sapi untuk pembuatan pupuk bokashi, 3) untuk menyusun rancangan penyuluhan yang tepat tentang pemanfaatan kotoran ternak sapi untuk pembuatan pupuk bokashi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani di Desa Sekarmojo masih rendah, dari 30 responden hanya ada 4 responden yang sudah menerapkan adopsi. Dengan taraf signifikan (α) 0,05, umur berpengaruh yang signifikan terhadap adopsi pemanfaatan kotoran ternak sapi untuk pembuatan pupuk bokashi dengan nilai signifikansi 0,008, namun mempunyai arah ramalan negatif. Tingkat pendidikan berpengaruh positif yang signifikan terhadap tingkat adopsi dengan nilai signifikansi 0,004. Luas usahatani tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi dengan nilai signifikansi 0,509. Sedangkan pengalaman berusahatani berpengaruh yang signifikan terhadap tingkat adopsi pemanfaatan kotoran ternak sapi untuk pembuatan pupuk bokashi dengan nilai signifikansi 0,000 namun mempunyai arah ramalan negatif. Penyuluhan tentang pemanfaatan kotoran ternak sapi untuk pembuatan pupuk bokashi menggunakan metode dan teknik ceramah, diskusi, demonstrasi cara. Media yang digunakan folder dan benda sesungguhnya.
Peran Perempuan Dalam Implementasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari Ahmad Dedy Syathori
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.10

Abstract

Salah satu yang mendasari dilaksanakannya kegiatan pelaksanaan program pengembagan kawasan rumah pangan lestari adalah belum termanfaatkanya lahan pekarangan yang dimiliki oleh masyarakat secara optimal untuk kegiatan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran dan tingkat partisipasi perempuan dalam implementasi program kawasan rumah pangan lestari. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari sampai dengan Maret 2018 di Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Metode pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan model analisis Harvard dan analisis Longwee. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis Harvard diketahui bahwa profil aktifitas kaum perempuan dibandingan dengan laki-laki adalah lebih dominan. Pada kegiatan penggunaan teknologi dan pengambilan keputusan terkait budidaya mayoritas dilakukan oleh laki-laki. Pada analisis Longwe bahwa perempuan dijadikan sebagai sasaran program yang pada akhirnya perempuan tidak pernah menjadi sejajar dengan laki-laki dalam pembangunan. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang sudah seharusnya peka terhadap fenomena dilapangan, sehingga bisa merumuskan teknologi pertanian dan mampu memformulasikan sebuah teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
Kapasitas Petani Padi dalam Penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Jawa Barat Budi Sawitri; Hatipah Nurtilawati
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.13

Abstract

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan suatu pendekatan inovatif dan dinamis sebagai upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan teknologi secara partisipatif bersama petani. Teknologi ini ditetapkan untuk menjawab permasalahan sub sektor tanaman pangan yaitu adanya kesenjangan produktivitas ditingkat petani dibanding potensi yang dapat dicapai petani. Penerapan teknologi PTT ini akan efektif apabila petani memiliki kapasitas yang memadai pada kegiatan usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas petani, faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas petani, dan pengaruh kapasitas terhadap keberlanjutan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas petani cenderung rendah pada aspek pemecahan masalah, perencanaan usahatani dan adaptasi terhadap teknologi, sementara kemampuan teknis dan kemampuan mengevaluasi cenderung sedang. Kapasitas petani dipengaruhi secara positif oleh faktor eksternal yaitu dukungan penyuluhan dan peran kelompoktani. Dukungan penyuluhan direfleksikan oleh kesesuaian materi penyuluhan, intensitas penyuluhan dan kemampuan penyuluh. Sedangkan peran kelompoktani direfleksikan oleh keaktifan kelompok dalam menggerakkan anggota, wadah kerjasama, membantu pemasaran dan akses program bantuan baik dari pemerintah maupun swasta. Kapasitas petani berupa kemampuan pemecahan masalah, perencanaan dan evaluasi usahatani, serta adaptasi teknologi berpengaruh positif langsung terhadap keberlanjutan usahatani padi.
Rancangan Penyuluhan Tentang Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi Potong Menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) Bongkol Pisang Di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Triyogi Gitadevarsa; Setya Handayani; Andi Warnaen
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.14

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kaji terap (pemantapan materi) tentang proses pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi potong menggunakan MOL bonggol pisang di laboratorium limbah STPP Malang, menyusun rancangan penyuluhan tentang proses pembuatan Pupuk Organik Cair dari urine sapi potong, mendiskripsikan perilaku peternak tentang pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi Potong. Metode yang digunakan metode kuantitatif, di kelompoktani Karya Makmur II Desa Wonorejo Kecamatan Lawang dengan jumlah anggota 20 orang yang dimana dipilih secara Purposive Sampling. Parameter yang dilihat dari hasil kaji terap yaitu kandungan unsur hara seperti C-Organik, pH dan NPK. Penyusunan rancangan penyuluhan menggunakan metode analisis berdasarkan tahapan adopsi dan strategi penyuluhan. Skala pengukuran yang digunakan untuk melihat perubahan perilaku dari sasaran yaitu skala guttman, skala likert dan rating scale. Pengumpulan informasi tentang hal ini diperoleh dari kuesioner terstruktur, sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis deskriftif. Hasil kaji terap tentang proses pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi menggunakan MOL bonggol pisang menunjukan secara kandungan unsur hara C-Organik, N, dan P masih belum sesuai dengan standar pupuk organik cair namun unsur hara, pH dan K sudah sesuai dengan standar pupuk organik cair. Rancangan penyuluhan yang digunakan yaitu materi tentang pembuatan MOL bonggol pisang dan pupuk organik cair dari urine sapi potong menngunakan MOL bonggol pisang, metode ceramah, diskusi dan kaji terap, dan media folder, slide dan benda sesungguhnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku responden pada aspek pengetahuan sebesar 90% dengan skor rata-rata 8,5 dan berada pada ranah pengetahuan dan memahami, pada aspek sikap sebesar 50% dengan skor rata-rata 85 dan berada pada ranah menerima dan menanggapi, pada aspek keterampilan sebesar 100% dengan skor rata-rata 16,5 dan berada pada ranah meniru.
Penyuluhan Tentang Pembuatan Fermentasi Jerami Kangkung Menggunakan trichoderma,sp Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong di Desa Babatan Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Khairurrizaq Khairurrizaq; Ismulhadi Ismulhadi; Dewi Ratih Ayu Daning
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.15

Abstract

Pemanfaatan jerami kangkung yang belum optimal dilakukan dengan peningkatan kualitas melalui teknologi fermentasi menggunakan kapang trichoderma,sp. Kajian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan perilaku petani tentang pembuatan fermentasi jerami kangkung menggunakan trichoderma,sp sebagai pakan ternak sapi potong. Mendeskripsikan kandungan nutrisi fermentasi jerami kangkung menggunakan trichoderma,sp. Menyusun rancangan penyuluhan pembuatan fermentasi jerami kangkung menggunakan trichoderma,sp sebagai pakan ternak sapi potong. Mendeskripsikan hasil evaluasi penyuluhan pembuatan fermentasi jerami kangkung menggunakan trichoderma,sp sebagai pakan ternak sapi potong. Kajian dilakukan di Desa Babatan Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Maret sampai Mei 2018. Sampel 40 responden, ditentukan melalui purposive sampling. Pengumpulan data melalui penyebaran koesioner dan observasi, dikembangkan dari matriks kisi – kisi instrumen sesuai taksonomi bloom . Analisis data menggunakan tabulasi dan pemisahan data. Dilanjutkan dengan menentukan interval dan membuat garis kontinum. Hasil kajian menunjukkan bahwa : 1) Pengetahuan petani tergolong “Tinggi” setelah penyuluhan. Dari 47%, meningkat menjadi 77,25%. 80,05% petani memiliki sikap “Positif” sedangkan keterampilan petani tergolong “Sangat Terampil” dengan persentase 76,95%. 2) Kandungan nutrisi mengalami peningkatan. PK dari 6,13% menjadi 10,55%, dan LK 3,2% menjadi 4,08%. Sedangkan SK dari 23,6% menjadi 28,65. 3) Materi penyuluhan yaitu, Pembuatan fermentasi jerami kangkung menggunakan trichoderma,sp sebagai pakan ternak sapi potong. 4) Terdapat hubungan antara pendidikan dan umur dengan perilaku petani. Hubungan antara pendidikan dengan perilaku bersifat searah, sedangkan hubungan antara umur dengan perilaku bersifat tidak searah.
Desain Media Penyuluhan Interaktif Berbasis Flash Player dengan Model ADDIE pada Materi Probiotik sebagai Pakan Aditif Sapi Perah Reyki Reyvalda; Yudi Rustandi; Andi Warnaen
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.16

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendesain media penyuluhan interaktif berbasis flash player dengan model ADDIE (Analyze – Design – Development – Implementation – Evalution) pada materi probiotik sebagai pakan aditif sapi perah. Model ADDIE ini ditempuh berdasarkan need assesment. Pada tahapan analisis (Analyze), dilakukan analisis meliputi identifikasi kesenjangan permasalahan, penetapan tujuan instruksional, kriteria peserta penyuluhan, sumberdaya yang tersedia, rekomendasi jenis media, penentuan jenis media, dan analisis biaya. Pada tahapan desain (Design), dilakukan perancangan media berdasarkan tujuan instruksional dan penentuan metode validasi media. Pada tahapan pengembangan (Development), dilakukan proses pembuatan media, validasi media, dan revisi produk media. Pada tahap implementasi (Implementation), dilakukan persiapan sumberdaya dengan mempersiapkan media dan menggunakan media pada saat pelaksanaan penyuluhan. Pada tahap evaluasi (Evaluation), dilakukan penentuan jenis evaluasi, alat evaluasi, serta melaksanakan evaluasi terhadap media penyuluhan. Persentase hasil validasi ahli terhadap media interaktif berbasis flash player termasuk pada kategori cukup valid. Hasil uji coba terbatas menunjukkan media penyuluhan interaktif berbasis flash player termasuk pada kategori efektif.
Strategi Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani di Kecamatan Junrejo Kota Batu Provinsi Jawa Timur Servasius Noeng; Wahyu Windari; Nurlaili Nurlaili
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.17

Abstract

Karya Ilmiah Penugasan Akhir ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi kelembagaan petani, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penumbuhan kelembagaan ekonomi petani, (3) mengetahui strategi penumbuhan kelembagaan ekonomi petani, (4) menyusun rancangan penyuluhan tentang strategi penumbuhan kelembagaan ekonomi petani, (5) mengetahui sikap petani terhadap strategi penumbuhan kelembagaan ekonomi petani dan (6) mengetahui analisis rancangan penyuluhan tentang strategi penumbuhan kelembagaan ekonomi petani di Kecamatan Junrejo. Kegiatan KIPA dilaksanakan di Kecamatan Junrejo Kota Batu Provinsi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel responden 96 orang menggunakan simple random sampling. Data yang diambil adalah data primer dan sekunder dimana pengumpulannya melalui wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner. Hasil Karya Ilmiah Penugasan Akhir menunjukan (1) kelembagaan petani telah berjalan dengan baik sesuai dengan perannya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi, (2) faktor yang berpengaruh terhadap penumbuhan kelembagaan ekonomi petani adalah motivasi dan komunikasi, (3) koperasi pertanian merupakan hasil dari perumusan strategi penumbuhan kelembagaan ekonomi petani, (4) materi penyuluhan yang disuluhkan adalah koperasi pertanian sebagai strategi penumbuhan kelembagaan ekonomi petani dengan menggunakan metode diskusi dan penyebaran folder yang dibantu media penyuluhan berupa folder, file presentasi powerpoint dan video, (5) petani memberikan sikap menerima terhadap kegiatan penyuluhan yang diberikan dan (6) rancangan penyuluhan yang disusun sesuai dengan karakteristik responden.
Keterampilan Peternak Tentang Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Kotoran Kambing Di Desa Wonorejo Ganang Trisno Priyambodo; Kartika Budi Utami; Abdul Muksid
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.58

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan keterampilan peternak tentang pembuatan pupuk organik cair dari kotoran kambing. Materi penelitian yaitu 25 orang peternak yang ditentukan secara purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Penelitian telah dilakukan pada bulan Maret-Juni 2018. Keterampilan peternak meliputi keterampilan dalam prosedur pembutan pupuk organik cair pada tahap persiapan, pencampuran dan pengakhiran. Data tentang keterampilan peternak diperoleh menggunakan kuesioner melalui observasi. Kualitas pupuk organik cair meliputi kualitas fisik dan kandungan unsur hara. Kualitas fisik meliputi bau, warna, konsistensi dan tekstur. Kandungan unsur hara meliputi C-Organik, pH, N, P dan K. Kualitas fisik POC diketahui dengan uji organoleptik sedangkan kandungan unsur hara dilakukan uji laboratorium. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat keterampilan peternak tentang pembuatan pupuk organik cair dari feses kambing pada kategori terampil. Pada tahap persiapan sejumlah 13 orang atau 52% peternak dengan kategori terampil, pada tahap pencampuran sejumlah 15 orang atau 60% peternak dengan kategori cukup terampil dan pada tahap pengakhiran sejumlah 21 orang atau 84% peternak pada kategori sangat terampil.
Adopsi Inovasi oleh Peternak Sapi Perah di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Nurlaili Nurlaili; Rochijan Rochijan
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.95

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat adopsi dan jenis inovasi di bidang peternakan sapi perah yang telah diadopsi oleh peternak sapi perah di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Objek yang diamati adalah peternak sapi perah di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Tingkat adopsi inovasi dilihat dari kelanjutan penggunaan teknologi ini oleh peternak hingga saat penelitian dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi seperti pakan konsentrat, inseminasi buatan (IB) dan biogas merupakan inovasi yang masih digunakan oleh sebagian besar peternak yaitu pakan konsentrat sebesar 95,0%, Inseminasi Buatan 78,3% dan Biogas sebesar 33,3%. Sementara inovasi seperti amoniasi dan fermentasi jerami, pakan lengkap (complete feed), pemilihan bibit ternak unggul, lumbung pakan ternak, pembuatan kompos, rekording, mesin pemerahan, mesin perajang (Chopper) dan fermentasi kulit kopi rata-rata 80% belum pernah digunakan oleh peternak sapi perah di Kabupaten Pasuruan. Peternak sapi perah tidak mengadopsi inovasi peternakan karena kurangnya informasi tentang inovasi ini. Sehingga layanan penyuluhan peternakan perlu ditingkatkan.
POLA HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPETENSI PETANI DAN ADOPSI TEKNOLOGI PADA DIKLAT TEMATIK DI KABUPATEN MADIUN Nunung Nurhadi
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan tematik adalah pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah dan teknologi yang spesifik yang pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang. Karena tergolong model baru dalam pelatihan pertanian sehingga perlu diteliti lebih jauh tentang faktor-faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kompetensi petani dan adopsi teknologinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1. Mendiskripsikan kompetensi petani dan adopsi teknologi; 2. Menganalisis pengaruh faktor karakteristik petani, kompetensi penyuluh dan sifat inovasi (materi tematik) terhadap kompetensi petani; 3. Menganalisis pengaruh faktor karakteristik petani, kompetensi penyuluh dan sifat teknologi terhadap adopsi teknologi; 4. Menganalisis pengaruh faktor kompetensi petani terhadap adopsi teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory mengenai hubungan kausal (sebab akibat) dari variable-variabel yang diamati dan diteliti dengan menggunakan Structural Equation Model-Part Least Square (SEM-PLS). Penelitian merupakan studi kasus di Kabupaten Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani, kompetensi fasilitator berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kompetensi petani, sedangkan sifat teknologi berpengaruh tidak signifikan terhadap kompetensi petani. Karakteristik petani, kompetensi fasilitator dan kompetensi petani berpengaruh signifikan secara langsung terhadap adopsi teknologi, sedangkan sifat teknologi berpengaruh tidak signifikan terhadap adopsi teknologi. Secara tidak langsung karakteristik petani berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi, sedangkan secara tidak langsung kompetensi fasilitator dan sifat teknologi berpengaruh tidak signifikan.