Tujuan penelitian ini adalah pendidikan inklusif yang berfokus pada multikultural di sekolah inklusi. Metode penelitianan yang diterapkan adalah studi kepustakaan dan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas B. Informan yaitu kepala sekolah dan guru kelas A. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam hasil penelitian, ditemukan bahwa Guru melaksanakan proses internalisasi dengan mengenalkan budaya, bentuk aktivitas pembelajaran pendidikan multikultural dilakukan melalui pengenalan bahasa (Arab, Inggris, dan Jawa), budaya (pakaian adat), seni (tarian daerah), field trip (mengunjungi museum) dan permainan tradisional. Implementasi inklusi yang belum diterima dengan serius oleh semua kalangan masyarakat, perlu disosialisasikan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya hal ini. Proses inklusi dalam bidang pendidikan adalah upaya untuk meningkatkan partisipasi siswa dan mengurangi perasaan terasing dari budaya, kurikulum, serta komunitas sekolah yang ada. Kesimpulannya, pendidikan inklusif hadir dengan ide yang ingin memastikan bahwa pendidikan dapat diakses dengan mudah oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
Copyrights © 2024