JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)

PRAANGGAPAN DALAM MEME BERBAHASA BANJAR DI MEDIA SOSIAL (PRESUPPOSITIONS IN BANJARESE MEMES ON SOCIAL MEDIA)

Ulpah, Mariani (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Nov 2024

Abstract

Abstract Presuppositions in Banjarese memes on social media. This study aims to describe the types of presuppositions in Banjar language memes on social media, including existential, lexical, active, non-active, structural, and counterfactual presuppositions. In addition, this study also examines the relationship between memes and the social and cultural aspects reflected in them. The research method used is descriptive qualitative with documentation techniques and pragmatic analysis. Of the 47 memes analyzed, 6 existential presuppositions were found (4 existential existence and 2 existential ownership), 11 lexical presuppositions, 7 active presuppositions, 5 non-active presuppositions, 14 structural presuppositions, and 4 counterfactual presuppositions. Structural presuppositions are the most dominant, while non-active presuppositions are the least found. The results of the study show that memes often reflect people's habits, are used to satirize someone or discuss hot issues.Keywords: presupposition, meme, Banjarese, social media, pragmatic. AbstrakPraanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis praanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial, meliputi praanggapan eksistensial, leksikal, aktif, non-aktif, struktural, dan kontrafaktual. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji hubungan antara meme dengan aspek sosial dan budaya yang tercermin di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis pragmatik. Dari 47 meme yang dianalisis, ditemukan 6 praanggapan eksistensial (4 eksistensial eksistensi dan 2 eksistensial kepemilikan), 11 praanggapan leksikal, 7 praanggapan aktif, 5 praanggapan non-aktif, 14 praanggapan struktural, dan 4 praanggapan kontrafaktual. Praanggapan struktural merupakan yang paling dominan, sedangkan praanggapan non-aktif paling sedikit ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme sering mencerminkan kebiasaan masyarakat, digunakan untuk menyindir seseorang atau membahas isu yang sedang hangat.Kata-kata kunci: praanggapan, meme, bahasa Banjar, media sosial, pragmatis

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jbsp

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, ...