Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRAANGGAPAN DALAM MEME BERBAHASA BANJAR DI MEDIA SOSIAL (PRESUPPOSITIONS IN BANJARESE MEMES ON SOCIAL MEDIA) Ulpah, Mariani
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i2.12817

Abstract

Abstract Presuppositions in Banjarese memes on social media. This study aims to describe the types of presuppositions in Banjar language memes on social media, including existential, lexical, active, non-active, structural, and counterfactual presuppositions. In addition, this study also examines the relationship between memes and the social and cultural aspects reflected in them. The research method used is descriptive qualitative with documentation techniques and pragmatic analysis. Of the 47 memes analyzed, 6 existential presuppositions were found (4 existential existence and 2 existential ownership), 11 lexical presuppositions, 7 active presuppositions, 5 non-active presuppositions, 14 structural presuppositions, and 4 counterfactual presuppositions. Structural presuppositions are the most dominant, while non-active presuppositions are the least found. The results of the study show that memes often reflect people's habits, are used to satirize someone or discuss hot issues.Keywords: presupposition, meme, Banjarese, social media, pragmatic. AbstrakPraanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis praanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial, meliputi praanggapan eksistensial, leksikal, aktif, non-aktif, struktural, dan kontrafaktual. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji hubungan antara meme dengan aspek sosial dan budaya yang tercermin di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis pragmatik. Dari 47 meme yang dianalisis, ditemukan 6 praanggapan eksistensial (4 eksistensial eksistensi dan 2 eksistensial kepemilikan), 11 praanggapan leksikal, 7 praanggapan aktif, 5 praanggapan non-aktif, 14 praanggapan struktural, dan 4 praanggapan kontrafaktual. Praanggapan struktural merupakan yang paling dominan, sedangkan praanggapan non-aktif paling sedikit ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme sering mencerminkan kebiasaan masyarakat, digunakan untuk menyindir seseorang atau membahas isu yang sedang hangat.Kata-kata kunci: praanggapan, meme, bahasa Banjar, media sosial, pragmatis