Proses pemarutan kelapa secara manual Pada UMKM X dengan permintaan parutan kelapa sebanyak 30 biji/ hari yang di selesaikan dengan waktu 3 jam dirasa kurang mencukupi permintaan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan membuat desain pemarut kelapa yang ideal, untuk mengetahui biaya dan untuk mengetahui keungulan mesin parut kelapa di banding alat parut yang sudah ada. Proses perancangan dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan spesifikasi pengguna, pembuatan konsep desain awal. Kemudian dianalisis menggunakan prinsip DFMA untuk mengidentifikasi elemen yang tidak diperlukan, mengurangi jumlah komponen, serta memperbaiki tata letak untuk mempermudah proses perakitan. Hasil penelitian ini adalah desain alat parut kelapa yang telah di rancang dan analisa mengunakan metode Desain for Manufacturing and Assembly DFMA dapat memenuhi permintaan parutan kelapa yang di butuhkan oleh UMKM X, biaya perakitan setiap unit Alat parut kelapa memerlukan biaya Rp312.717, keungulan dari mesin parut kelapa yang di rancang dan di analisis menggunakan DFMA dibanding alat parut yang saat ini adalah kapasitas produksi lebih banyak dari sebelumnya, dimana untuk memarut 30 biji kelapa memerlukan waktu 3 jam, untuk saat ini bisa di selsaikan dalam waktu 1 jam Maka mengalami peningkatan produktifitas sebanyak 66,67%.
Copyrights © 2024