Latar belakang: Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman. Keselamatan pasien di rumah sakit harus dilaksanakan dengan baik untuk mengcegah terjadinya insiden keselamatan pasien (IKP). Persentase IKP di RS X tahun 2021 tertinggi terjadi pada bulan Maret 2021 (sebesar 30%), dan kejadian paling banyak adalah KTC (sebesar 70%).Tujuan: menganalisis pengaruh sikap professional perawat dan bidan, kompetensi perawat dan bidan, serta dukungan manajemen terhadap budaya keselamatan pasien di RS X, baik secara simultan maupun parsial.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan pengujian hipotesis. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Sampel dalam penelitian 79 orang perawat dan bidan yang memberikan pelayanan keperawatan langsung kepada pasien di RS X. Hasil dari penelitian ini dianalisis menggunakan kuantitatif dengan path analysis. Uji hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan uji T (T-test) dan uji F.Hasil: Dari hasil analisis deskriptif diketahui bahwa distribusi responden dari semua variabel (budaya keselamatan pasien, sikap profesional, kompetensi dan dukungan manajemen) adalah dalam kategori tinggi. Dari hasil uji hipotesis diketahui bahwa interaksi antar variabel semuanya bermakna (p<0,05), dimana diketahui semua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien (p=0,000).Kesimpulan: Sikap profesional, kompetensi dan dukungan manajemen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien. Serta, secara parsial baik sikap profesional, kompetensi, maupun dukungan manajemen berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien
Copyrights © 2024