Pada penelitian sebelumnya yang berjudul Analisis Risiko Penyebab Keterlambatan Proyek Pengembangan Pembangunan Gedung Margono Suradji Yogyakarta Berbasis PMBOK, didapatkan bahwa salah satu risiko tinggi yang berpengaruh pada kinerja waktu proyek adalah jadwal pengiriman material ke site. Agar perencanaan dan penggunaan material menjadi efektif dan efisien, diperlukan perencanaan kebutuhan material yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran perencanaan pengadaan material yang lebih terukur terhadap kuantitas dan jadwal penggunaan material dengan mengaplikasikan model pengadaan metode MRP. Dengan adanya metode MRP diharapkan ketersediaan stok material dapat terjaga secara berkesinambungan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dengan teknik lot-sizing lot for lot model POQ ditemukan pengelola proyek dapat meramalkan jumlah material yang harus dipesan dan juga stock yang harus terjaga dalam setiap pekan sesuai dengan jadwal pelaksanaan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa material bekisting (multiplex 6 mm, 120x240), proses pengadaannya dapat lebih terukur, yaitu pemesanan dilakukan selama 6 kali, dengan jumlah yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kebutuhan pada pekan tersebu. Material besi Dia. 10 mm juga perlu dipesan sebanyak 6 kali dalam 1 periode, sedangkan material besi dia. 19 mm, besi dia. 22 mm, dan wiremesh M-10 hanya cukup 1 kali pemesanan dalam 1 periode pelaksanaan pekerjaan
Copyrights © 2024