Setiap kelompok masyarakat tanpa terkecuali memiliki pemahaman, penghormatan, dan pengamalan terhadap suatu sistem kepercayaan (agama) yang mereka anggap penting dan berharga dalam kehidupan mereka. Dengan demikian, agama telah menjadi sebuah institusi. Keberadaannya agama sendiri telah diakui oleh para pengikutnya. Agama memberi petunjuk perilaku terhadap pengikutnya dalam menjaga keutuhan masyarakat dan membimbing masyarakat dalam menyelenggarakan sistem kontrol sosial (sistem pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap perilaku pengikut). Dalam kehidupan bersosial, setiap konflik nyata dengan motif agama disebabkan oleh fanatisme agama yang berlebihan terutama dalam kehidupan bermasyarakat serta kurangnya memahami ajaran agama yang dianutnya. Artikel ini memiliki tujuan untuk menjelaskan keberadaan agama berdasarkan eksistensinya dalam menyeimbangkan kehidupan sosial dan bermasyarakat melalui ajaran-ajaran agama yang sesuai dengan norma-norma sosial sehingga menciptakan suatu keharmonisasian yang dapat menghilangkan perpecahan dan memperekat hubungan maupun kerukunan antar umat beragama.Kata kunci: lembaga agama, lembaga sosial, kerukunan antar umat.
Copyrights © 2024