ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap tradisi berbalas pantun pada pernikahan Melayu Sekadau . Objek dalam penelitian ini berupa pantun pada Pernikahan Melayu Sekadau. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa pantun pernikahan yang dituturkan dalam adat pernikahan di Desa Rawak Hulu Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Hasil penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, simak bebas cakap, tes, studi documenter, catat dan rekam. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan bahwa hasil Relevansi pembelajaran bahasa Indonesia dari kajian ini adalah mengintegrasikan pengajaran pantun sebagai bentuk ekspresi sastra yang kreatif dan bermakna. Pembelajaran menulis pantun tidak hanya memperkaya keterampilan berbahasa peserta didik, tetapi juga mengajarkan mereka tentang kearifan lokal dan cara menyampaikan pesan dengan elegan melalui kata-kata. Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data berjumlah 20 data pantun pernikahan Melayu Sekadau.Kata Kunci: Relevansi, Pembelajaran, Pantun, SemantikABSTRACTThis study aimed to determine the relevance of Indonesian language learning to the tradition of reciprocal rhymes (RR) at Sekadau Malay weddings. The data collected were twenty rhymes from the wedding parties at Sekadau Hulu District, Sekadau Regency gained through observation, interviews, free listening, tests, documentary studies, notes, and recordings. Based on the results of the analysis, it was found that there was a relevance of RR in Indonesian language learning, namely integrating the teaching of RR as a form of creative and meaningful literary expression. With this in mind, the students could not only improve their ability to write rhymes but also utilize local wisdom in learning and elegant messages conveyed through words.Keywords: Relevance, Learning, Reciprocal Rhymes, Semantics
Copyrights © 2024