Masalah dalam Kekristenan khususnya tentang baptisan sudah mulai era Kristenan mula-mula sampai masa Reformasi dan bahkan sampai hari ini yaitu berkaitan dengan baptisan percik dan selam. Studi ini berusaha untuk mengamati teologi baptisan dari Agustinus seorang teolog dari Gereja Latin yang memiliki pengaruh yang besar dalam sejarah Gereja bahkan Reformasi Protestan pada 1517 dikatakan sebagai penggalian Kembali terhadap pemikiran Agustinus, dan pada akhirnya memberikan sumbangsih bagi gereja Kristen masa kini. Agustinus percaya bahwa baptisan menghancurkan kuasa dosa, tetapi juga baptisan menyatukan orang percaya kepada Kristus. Dalam kaitan dengan baptisan Agustinus berkata bahwa Firman ditambahkan kepada unsur (air) tanpa Firman air hanyalah air biasa. Melalui Agustinus kita belajar bahwa bukan air baptisan, usia baptisan serta model baptisan yang menyelamatkan seseorang melainkan yang dilambangkan dalam baptisan itulah yang menyelamatkan. Agustinus tidak mempersoalkan model baptisan baik itu percik maupun selam, sebab pada masa Agustinus baptisan dapat dilakukan baik dengan cara percik maupun selam. Sahnya baptisan adalah ketika berada di komunitas yang benar. Penundaan baptisan pada masa kehidupan Agustinus dikarenakan adanya pemahaman bahwa baptisan benar-benar menghapus kuasa dosa sehingga seseorang yang sedang sekarat (hampir mati) barulah dilayangkan baptisan karena dipercayai dapat menghapus dosa bahkan dosa masa lalu.
Copyrights © 2024