Penelitian ini membahas bagaimana Indonesia harus mengembangkan sumber energi terbarukan, terutama energi surya, untuk memenuhi target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) global yang ditetapkan dalam Paris Agreement. Studi ini mengeksplorasi kelangsungan finansial proyek tenaga surya di Indonesia, yang dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tiga perangkat lunak digunakan untuk mengumpulkan data tentang radiasi matahari: PVWatts, Global Solar Atlas (GSA), dan Photovoltaic Geographic Information System. (PVGIS). Penilaian keuangan, seperti perkiraan arus kas kumulatif selama 25 tahun, dilakukan dan simulasi produksi energi dilakukan menggunakan alat-alat tersebut. Hasil simulasi menunjukkan rata-rata produksi energi yang dapat dicapai adalah 180,43 MWh/tahun dengan capaian pengurangan gas karbon 152 tonCO2/tahun. Proyek dinyatakan layak secara investasi karena memiliki nilai NPV (Net Present Value) Rp 7.594.293.332, BCR (Benefit-Cost Ratio) 4,7 dan PBP (Payback Period) 5 tahun 3 bulan.
Copyrights © 0000