Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi ancaman kematian dalam diam (sillent killer) dimana prevalensi global hipertensi menjadi 22% dari total populasi dunia. Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk ≥ 18 tahun berdasarkan pengukuran nasional sebesar 34,11%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan prevalensi hipertensi pada Riskesdas tahun 2013 sebesar 25,8%. Penderita hipertensi harus meminum obat seumur hidup, namun kadang kala tidak dihiraukan karena belum merasakan gejalanya. Pengetahuan dan sikap sangat berperan penting dalam menentukan perilaku seseorang. Selain meminum obat teratur, ada beberapa upaya pengendalian tekanan darah, antara lain mengatur pola makan, pola istirahat dan melakukan aktifitas fisik setiap hari. Di zaman gadget ini, kebanyakan masyarakat memiliki rutinitas yang pasif, kurang bergerak, dan karena tuntutan waktu, masyarakat memilih makanan instan daripada yang berserat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalilis hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan metode cross sectional, dengan jumlah keseluruhan sampel 80 orang di wilayah Kecamatan banjarbaru Selatan, data diambil menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan uji statistic. Hasil: Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p value 0,000) dan sikap (p value 0,001) dengan pengendalian tekanan darah, hal ini membuktikan bahwa perilaku yang baik di dasari oleh pengetahuan dan sikap yang positif. Simpulan: Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan dan instansi kesehatan bisa bekerjasama dalam memberikan promosi kesehatan.
Copyrights © 2024