Penelitian ini mengkaji optimalisasi potensi game edukasi dalam revolusi pembelajaran digital. Berdasarkan teori konstruktivisme sosial, pembelajaran experiential, dan teori flow, studi ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain sequential explanatory. Melibatkan 500 siswa dan 50 guru dari 10 sekolah menengah selama satu tahun akademik, penelitian ini menggabungkan survei, observasi, wawancara, dan analisis log aktivitas. Hasil menunjukkan bahwa integrasi game edukasi melalui pendekatan blended learning meningkatkan hasil belajar sebesar 32%. Personalisasi pembelajaran melalui jalur adaptif meningkatkan efisiensi belajar sebesar 43%. Pengembangan keterampilan abad ke-21 juga meningkat, dengan pemikiran kritis naik 27% dan kreativitas 24%. Kesimpulannya, game edukasi memiliki potensi transformatif dalam pendidikan modern, namun efektivitasnya bergantung pada integrasi yang cermat dan personalisasi pengalaman belajar.
Copyrights © 2024