Meningkatnya suhu global akibat degradasi lingkungan menjadi perhatian utama. Emisi gas rumah kaca (GRK), sebagian berasal dari konsumsi makanan manusia, memberikan kontribusi yang signifikan. Tinjauan ini secara sistematis mengidentifikasi studi di Indonesia yang meneliti hubungan antara konsumsi makanan dan dampak lingkungan, terutama GRK. Penelitian dari Science Direct dan Pubmed antara tahun 2002 dan 2022 dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsumsi makanan berbasis hewani dan olahan, dengan asupan makanan berserat tinggi yang rendah. Tingkat konsumsi saat ini sedikit melebihi target global, kemungkinan karena peningkatan konsumsi kelompok makanan dengan emisi GRK yang lebih tinggi. Transformasi pola makan, termasuk pilihan makanan dan jumlahnya, memainkan peran penting. Pergeseran ke arah makanan berbasis hewani dan olahan, ditambah dengan asupan makanan berserat tinggi yang terus-menerus rendah, berdampak pada lingkungan. Mengonsumsi makanan beragam dalam porsi yang dianjurkan sangat penting untuk meminimalkan GRK dari konsumsi makanan
Copyrights © 2024