Elektroensefalografi (EEG) merupakan alat diagnostik yang sangat penting dalam penilaian epilepsi, karena kemampuannya untuk mendeteksi aktivitas listrik otak yang abnormal. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengulas peran EEG dalam diagnostik epilepsi, dengan fokus pada efektivitasnya dalam deteksi awal dan pemantauan kondisi pasien. EEG memungkinkan identifikasi pola gelombang otak yang tidak normal, yang sering kali menjadi indikator adanya gangguan neurologis, termasuk epilepsi. Artikel ini membahas berbagai jenis gelombang EEG, seperti gelombang alpha, beta, theta, dan delta, serta bagaimana perubahan pola-pola tersebut dapat mengindikasikan adanya aktivitas epileptiform yang berhubungan dengan kejang. Selain itu, tinjauan ini mengeksplorasi peran EEG dalam memantau respons pasien terhadap pengobatan dan membantu dalam penyesuaian terapi yang lebih tepat. Meskipun EEG merupakan alat yang efektif, review ini juga mengidentifikasi tantangan dan keterbatasan dalam penggunaannya, termasuk kebutuhan untuk interpretasi yang cermat oleh profesional medis berpengalaman. Secara keseluruhan, EEG berperan vital dalam proses diagnostik epilepsi, baik dalam mendeteksi serangan secara langsung maupun dalam memantau perkembangan dan efektivitas terapi jangka panjang, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap pengelolaan kondisi epilepsi yang lebih baik.
Copyrights © 2024