Temuan terbaru gambar cadas pada Gua Laumehe Buton Tengah menambah pemahaman baru bahwa potensi hunian manusia prasejarah tidak saja sampai pada Kawasan Situs Prasejarah Gua Liang Kobori Pulau Muna. Temuan arkeologis Gua Laumehe kemungkinan memiliki hubungan dengan situs-situs prasejarah lainnya yang ditemukan di Pulau Sulawesi, yaitu Maros Pangkep, Matarombeo, dan Pulau Muna. Observasi langsung dan mengandalkan data sekunder melalui kepustakaan yang relevan menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui cara kualitatif serta menggunakan studi komparasi dengan mencocokkan gambar cap tangan pada Gua Laumehe dengan gua prasejarah yang terdapat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara untuk menemukan hubungan kontak budaya yang terjadi, serta menggunakan perspektif manajemen sumber daya arkeologi untuk menjelaskan perspektif pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi temuan gambar cadas cap tangan di Sulawesi Tenggara dan menjelaskan perspektif pengelolaan pada Gua Laumehe saat ini. berdasarkan penelitian diketahui bahwa gambar cap tangan Gua Laumehe memiliki tiga gambar negatif cap tangan kiri (hand stancil) yang di duga melambangkan hasil aktivitas yang kurang beruntung. Gua Laumehe memiliki potensi untuk ditetapkan sebagai situs cagar budaya karena didukung dengan nilai-nilai budaya, ornamen stalaktit, stalagmit, dan gambar cap tangan yang dimilikinya. Temuan arkeologis tersebut dapat menjadi tanda-tanda untuk menemukan bukti gua prasejarah lainnya apabila eksplorasi dilakukan pada kawasan sepanjang pantai Buton Tengah.
Copyrights © 2024