Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebermaknaan hidup pada narapidana hukuman mati di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi IPA. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi, triangulasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis memakai aplikasi Boris, aplikasi tersebut bertujuan untuk menganalisis aspek yang muncul dari setiap sesi wawancara yang telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada satu orang subjek narapidana hukuman mati. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa narapidana hukuman mati memiliki kebermaknaan hidup yang baik, hal tersebut dibuktikan dengan responden telah melewati dinamika kebermaknaan hidup dan memenuhi keseluruhan aspek dalam kebermaknaan hidup yakni kebebasan berkehendak, keinginan hidup bermakna, dan makna hidup. Responden memiliki makna akan kehidupan yang dijalaninya dan memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya yakni dengan mengubah diri menjadi lebih baik lagi seperti mendekatkan diri kepada Tuhan, berkelakuan baik, berguna bagi banyak orang, dan membahagiakan orang tuanya.
Copyrights © 2022