Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran father invelvoment pada remaja yang melakukan perilaku menyimpang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan terhadap tiga orang remaja di Kota Makassar, dua orang remaja laki-laki dan satu orang remaja perempuan yang tinggal di kota Makassar yang pernah melakukan perilaku menyimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek untuk melihat father invelvoment pada remaja yang melakukan perilaku menyimpang yaitu: komunikasi, kedekatan emosional, dan aktivitas bersama. Faktor perilaku menyimpang terhadap remaja di pengaruhi oleh rendah keterlibatan ayah yang dimana hal itu menunjukkan bahwa ketidakadaanya figur ayah secara fisik dan emosional akan berdampak terhadap perilaku negatif anak seperti anak akan melakukan perilaku berisiko apabila remaja memiliki kematangan emosi yang rendah cenderung melakukan percobaan serta memiliki keingintahuan terhadap seksualitas yang tidak dapat dikontrol, kemudian terlibat kasus penganiayayan, meminum minuman berarkohol.
Copyrights © 2024