Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Forgiveness dengan Subjective well-being pada pasangan yang menikah muda. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara Forgiveness dengan Subjective well-being pada pasangan yang menikah. Subjek penelitian ini berjumlah 117 orang yang memiliki karakteristik, terdaftar sebagai pasangan suami istri yang sah terdaftar di Kantor Catatan Sipil, berusia 16 – 30 tahun, pada saat menikah berusia dibawah 19 tahun. Cara pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data penelitian ini menggunakan skala Forgiveness dan Subjective well-being. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,295 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara forgiveness dengan subjective well-being. Diterimanya hipotesis menunjukkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,087 yang menunjukkan bahwa variabel forgiveness berkontribusi sebesar 8,70% terhadap variabel subjective well-being dan sisanya 91,30% dipengaruhi oleh faktor lain yaitu dukungan sosial, kebersyukuran, personality, self-esteem, spiritualitas.
Copyrights © 2024