Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Culture Shock with Subjective Well-Being in Overseas Students Rahmayanti, Siti; Setyaningtyas, Angelina Dyah Arum
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v13i4.8570

Abstract

Environmental differences are one of the difficulties faced by overseas students. Individuals need to adapt hard to be able to compensate. When the conditions in the new environment are not successful, it will cause many negative responses, such as being dissatisfied with life, experiencing high negative emotions, and experiencing low positive emotions. The response to this situation is known as culture shock. This negative response can lower the level of subjective well-being in individuals. This study aims to determine whether there is a relationship between culture shock and the subjective well-being of overseas students. This research involved 174 overseas students aged 18-25 years. This research uses the satisfaction with life scale (SWLS), positive effect negative affect schedule (PANAS) scale, and culture shock scale. The research data were analyzed using the data collection method based on the Likert scale and analyzed using the product-moment correlation. The results of the correlation analysis showed that there was a negative relationship between culture shock and subjective well-being in overseas students, with a correlation value (rxy) of r=0.228 and p=0.002 (p <0.05). This shows that the hypothesis in the study is accepted. These findings indicate that culture shock can affect the subjective well-being of overseas students.
The Pembentukan Peer Counselor Sebagai Upaya Social Support dan Upaya Preventif Terhadap Isu-Isu Kesehatan Mental pada Mahasiswa di Universitas Kristen Duta Wacana Setyaningtyas, Angelina Dyah Arum; Anggraeni, Dewi Soerna; Sandiasih, Komang Mahadewi
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1, Oktober 2025
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v6i1.929

Abstract

Mental health issues among university students have become an increasingly urgent concern, including at Duta Wacana Christian University (UKDW) Yogyakarta, which currently has around 3,500 active students. This community service program aimed to enhance social support and promote preventive efforts against mental health problems through the establishment of peer counselors within the campus environment. The program was implemented from January to March 2024, with student participants from the Counseling Division of LPKKSK UKDW as the main target group. The implementation was carried out in several stages: participant selection, basic counseling skills training conducted over three sessions, roleplay practice, and a final stage involving the socialization of the counseling service flow and referral system. The results showed a significant increase in participants' knowledge and counseling skills, as evidenced by the paired samples t-test, which yielded a p-value of 0.016. The rise in average scores from pre-test to post-test, along with reduced score variance among participants, reflects the uniform effectiveness of the training provided. The implication of this program highlights that involving peer counselors can serve as an effective solution to the limited availability of professional counselors on campus. Moreover, it strengthens a community-based support ecosystem, empowers students as agents of change, and offers a scalable model for psychosocial intervention that could be replicated in other higher education settings.
Forgiveness Dengan Subjective Well-Being Pada Pasangan Yang Menikah Muda Shofyaningrum, Herlina; Setyaningtyas, Angelina Dyah Arum
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i1.4376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Forgiveness dengan Subjective well-being pada pasangan yang menikah muda. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara Forgiveness dengan Subjective well-being pada pasangan yang menikah. Subjek penelitian ini berjumlah 117 orang yang memiliki karakteristik, terdaftar sebagai pasangan suami istri yang sah terdaftar di Kantor Catatan Sipil, berusia 16 – 30 tahun, pada saat menikah berusia dibawah 19 tahun. Cara pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data penelitian ini menggunakan skala Forgiveness dan Subjective well-being. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,295 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara forgiveness dengan subjective well-being. Diterimanya hipotesis menunjukkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,087 yang menunjukkan bahwa variabel forgiveness berkontribusi sebesar 8,70% terhadap variabel subjective well-being dan sisanya 91,30% dipengaruhi oleh faktor lain yaitu dukungan sosial, kebersyukuran, personality, self-esteem, spiritualitas.
Pemberdayaan Pemuda melalui Pembentukan Agen Kebersihan untuk Meningkatkan Perilaku Pro-Lingkungan Masyarakat Desa Saman Krisna, Athala Sinar; Setyaningtyas, Angelina Dyah Arum
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10886

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, termasuk Desa Saman, masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, ditandai dengan rendahnya perilaku peduli lingkungan dan minimnya praktik pemilahan sampah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku peduli lingkungan masyarakat Desa Saman melalui pembentukan Agen Kebersihan Lingkungan berbasis pemuda. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 menggunakan desain intervensi komunitas partisipatif, yang melibatkan pemuda dalam seluruh tahapan mulai dari asesmen kebutuhan, pelatihan psikoedukasi, kampanye kebersihan, hingga pendampingan warga. Instrumen yang digunakan meliputi modul edukasi kebersihan, lembar observasi, serta pre–posttest skala pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Secara kualitatif, program menghasilkan peningkatan kesadaran lingkungan, munculnya inisiatif kampanye kebersihan, serta terbentuknya aksi berkelanjutan seperti program “Gresekisasi” dan pemanfaatan lahan menjadi ruang terbuka hijau. Pemuda mulai memandang diri mereka sebagai agen perubahan, sementara warga menunjukkan keterlibatan lebih besar dalam menjaga kebersihan lingkungan. Intervensi ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan pemberdayaan pemuda efektif dalam meningkatkan perilaku pro-lingkungan masyarakat. Rekomendasi program meliputi pembentukan sistem monitoring kebersihan berbasis RT/RW, pelatihan lanjutan mengenai manajemen bank sampah, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah desa dan dinas lingkungan hidup.
Stres Akademik dan Kecenderungan Impulsive Buying pada Mahasiswa di Yogyakarta Setyaningtyas, Angelina Dyah Arum; Tiara; Rahmawan, Ridwan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan kecenderungan Impulsive Buying pada mahasiswa di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang positif dan signifikan antara stres akademik dengan kecenderungan perilaku impulsive buying pada mahasiswa di Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang mahasiswa. Cara pengambilan subjek dengan menggunakan sampling purposive. Pengambilan data penelitian ini menggunakan Skala Stres Akademik dan Skala Impulsive Buying . Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Product Momen and person. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,331 dengan p = 0,000 (p < 0,050). Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Stres Akademik dengan Impulsive Buying. Diterima nya hipotesis dalam penelitian ini menunjukan koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,109 yang menunjukan bahwa variabel Stres akademik menunjukan kontribusi (10,9%) terhadap Impulsive Buying dan sisanya (89,1%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.