Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang penerapan konseling sufistik untuk pecandu narkoba di Pusat Rehabilitasi Tetirah di Sleman, Yogyakarta. Narkoba yang awalnya dikembangkan untuk tujuan medis atau penelitian, kini sering disalahgunakan. Di Pusat Rehabilitasi Tetirah, konseling sufistik diterapkan untuk merawat pasien, yang disebut mahasantri, yang menderita kecanduan narkoba. Konseling ini, yang melibatkan takhalli, tahalli, dan tajalli, berfungsi sebagai metode penyembuhan berdasarkan pengetahuan sufistik. Data tentang kondisi mahasantri dan praktik konseling sufistik dikumpulkan dari sumber-sumber melalui presentasi, wawancara, dan observasi. Data tersebut kemudian diorganisir secara tematis, dipetakan, dan dianalisis menggunakan teori-teori konseling sufistik untuk memperkuat temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses konseling sufistik, termasuk ritual seperti mandi tobat, sholat, khalwat, dan dzikir, dapat mengubah pecandu narkoba menjadi individu yang lebih sehat dan berhenti menggunakan narkoba.
Copyrights © 2024