Perempuan adalah figur yang berperan positif dalam kehidupan ini. Kaum perempuan menjadi bagian yang menolak terjadinya penindasan dan ketidakadilan yang berimplikasi pada kekuasaan destruktif. Kekuasaan semacam itu dapat mengakibatkan yang lain menjadi korban. Dalam teks Keluaran 1:8–2:10, terdapat kekuasaan yang mengatur anak laki-laki Ibrani supaya tidak memperoleh hak untuk hidup, tetapi ada peran para perempuan yang menolak aturan itu. Tulisan ini bertujuan untuk menafsir teks itu dan menganalisis kekuasaan itu sekaligus menunjukkan kepedulian perempuan terhadap Musa sebagai anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi hermeneutik feminis. Penelitian ini menghasilkan pemahaman tentang peran para perempuan yang hadir dalam menyelamatkan anak-anak, yang dimulai dari bidan-bidan, kemudian Yokhebed, Miryam, putri Firaun bersama dayang-dayangnya yang menyelamatkan dan membesarkan Musa. Tuhan memakai para perempuan itu untuk membuat Musa menjadi seorang pemimpin dan pembebas bagi Israel, sekaligus menjadi bagian dari sejarah penyelamatan dunia. Dalam hal ini, ada kejelasan bahwa peran perempuan memiliki signifikansi dalam kehidupan di dunia kehidupan.
Copyrights © 2023