Abstrak: Patung Yesus Memberkati di Buntu Burake, Toraja, telah menjadi ikon religius dan wisata yang menarik perhatian banyak orang. Patung ini, yang merupakan salah satu patung Yesus terbesar di dunia, dikagumi bagi banyak orang Kristen bahkan non Kristen di Indonesia. Namun, keberadaan patung ini memunculkan berbagai pertanyaan teologis dan dogmatis, terutama ketika dikaji dari perspektif Alkitab, khususnya Keluaran 20:4-5. Ayat ini memuat perintah kedua dari Sepuluh Perintah Allah yang menekankan larangan terhadap pembuatan dan penyembahan patung atau gambar yang menyerupai apa pun di langit, bumi, atau dalam air. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan mereview beberapa jurnal yang telah dipublikasi terkait dengan patung Yesus Memberkati di Buntu Burake dan mencari sumber-sumber buku terkait. Selain itu juga menggunakan metode hermeneutik dengan melakukan eksegesis terhadap Keluaran 20:4-5. Penelitian ini memperlihatkan bahwa Tuhan melarang secara mutlak memvisualisasikan diri-Nya dengan patung apa pun, Tuhan melarang secara mutlak menyembah patung visualisasi diri-Nya, dan Tuhan konsisten dengan sifat-Nya yang kudus.
Copyrights © 2024