Beberapa surat didalam Al-Qur’an diawali aksara hija’iyah diantaranya “Alif Laam Miim" pada surat Al-Baqarah ayat 1. Para mufassir berbeda pandangan tentang hal ini, sebagian ulama berpendapat bahwa tidak mau menafsirkan ayat ini dan memilih untuk menyerahkannya kepada Allah, hanya Allah sajalah yang mengetahuinya, kita hanya berkewajiban untuk mengimaninya, menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya (bertakwa) sehingga inilah yang maksud dengan “Simbol Penghambaan”. Ada juga para mufasir berpendapat itu merupakan nama dan juga pembuka surat. Sebagian ulama lainnnya mengartika bahwa aksara-aksara tersebut untuk menarik perhatian manusia atau untuk menjukkan mukjizat Al-Qur’an agar mereka ingin mempelajari dan memahami hikmah Al-Qur’an, sehingga inilah yang disebut sebagai “Simbol Ketertarikan”. Ada pula sebagian dari pada para mufassir menafsirkan bahwa Alif Laam Miim merupakan penggalan yang terdapat diawal surat Al-Baqarah ayat 1 yang mengandung isyarat mukjizat Al-Qur’an. Dengan huruf ini orang-orang musyrik ditantang agar menciptakan satu surat saja yang semisal atau sama persis dengan isi Al-Qur’an. Tetapi kenyataannya mereka tidak dapat membuat satu suratpun yang semisal atau sama dengan isi Al-Qur’an, pada hal Al-Qur’an tersusun dari bahasa Arab yang mereka pakai juga. Dan mereka sangat cerdas untuk memperlihatkan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah SWT. sehingga inilah yang disebut dengan “Simbol Tantangan”.
Copyrights © 2024