Bank syariah di Indonesia memiliki potensi besar mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Meskipun pangsa pasar perbankan syariah masih relatif kecil, yaitu 7,3% dari total industri perbankan nasional, sektor ini menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Namun, kurangnya pemahaman masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa, tentang perbedaan antara bank syariah dan konvensional serta persepsi keuntungan yang lebih rendah menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan pendekatan yang lebih intensif diperlukan untuk meningkatkan minat dan kepercayaan terhadap bank syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat mahasiswa menjadi nasabah bank syariah. Temuan menunjukkan bahwa kurangnya edukasi tentang produk dan jasa bank syariah menjadi kendala utama. Oleh karena itu, bank syariah perlu meningkatkan upaya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk memperbaiki sentimen dan meningkatkan kepercayaan.
Copyrights © 2024