Keberadaan teknologi digital yang semakin maju, massif dan terus berkembang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat termasuk dalam hal sosial, budaya, dan spiritual, terutama di kalangan generasi Z. Gelombang digital ini sangat riskan bagi generasi Z terbawa arus negatif konten dari era informasi globalisasi. Apalagi kebutuhan dan karakteristik generasi Z yang sangat terhubung dengan teknologi digital, yang sulit dilepaskan dan cenderung memiliki pola pikir dan preferensi yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi misiologi yang efektif dalam menjangkau dan melibatkan generasi Z di tengah gelombang teknologi. Metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature dipilih dalam penelitian ini untuk membangun keberlanjutan misiologi di era digital memerlukan strategi inovatif untuk menjangkau generasi Z, dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menyampaikan pesan iman yang relevan dan efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekristenan harus memahami hakikat misiologi dalam peran Amanat Agung, sehingga adanya transformasi misiologi dalam konteks digital yang sesuai dengan karakteristik generasi Z dan dampaknya terhadap strategi misiologi, sehingga dapat diaktualisasi kekristenan dalam strategi komunikasi digital untuk meningkatkan dampak misiologi. Hal ini suatu keberlanjutan misiologi di era digital memerlukan inovasi dalam strategi komunikasi, serta pemahaman yang mendalam terhadap dinamika teknologi dan perubahan sosial yang terjadi pada generasi Z.
Copyrights © 2024