Kekerasan terhadap anak merupakan masalah yang umum terjadi di lingkungan rumah tangga di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Masalah ini telah menjadi isu kesehatan mental komunitas yang mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian khusus. Kekerasan pada anak seringkali menyebabkan trauma berkepanjangan dan berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis individu di masa dewasa. Rendahnya kesejahteraan psikologis tersebut dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari dan dapat meningkatkan risiko individu mengalami berbagai masalah psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi kelompok berbasis Acceptance and Commitment Therapy (ACT) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis individu dewasa muda yang memiliki riwayat trauma masa kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental, melibatkan 10 partisipan (n laki-laki = 4; n perempuan = 6) yang memiliki riwayat Adverse Childhood Experiences (ACE) dalam berbagai bentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi kelompok dengan pendekatan ACT mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis partisipan dengan riwayat ACE secara signifikan (p 0,05). Temuan ini dapat menjadi acuan bagi para praktisi kesehatan mental dalam merancang intervensi yang efektif bagi individu dengan riwayat trauma masa kecil.
Copyrights © 2024