Penelitian ini bertujuan untuk menggali dimensi komitmen pernikahan pada istri yang memiliki penghasilan yang lebih tingi dibandingkan suaminya. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga responden wanita yang memiliki peran sebagai pencari nafkah dalam lingkup rumah tangga. Hasil dalam penelitian ini memperlihatkan bahwasannya, setiap responden mempunyai alasan yang berbeda-beda untuk mempertahankan pernikahannya. Responden ke-1 memegang janji pernikahan sebagai bentuk ibadah, responden ke-2 memegang teguh cinta sebagai suatu alasan dalam komitmen pernikahannya agar tetap bersama, sedangkan responden ke-3 bertahan untuk menjaga psikologis sang anak dan padangan sosial terhadap pernikahannya. Berdasarkan teori pernikahan ketiga respon itu memperlihatkan suatu dimensi komitmen moral,personal, dan struktural. Penelituan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru mengenai bagaimana suatu pasangan menghadapi situasi dalam pernikahan yang tidak sesuai dengan norma tradisionalnya, dan juga pentingnya komunikasi dan saling memahi untuk menjaga hubungan pernikahan.
Copyrights © 2024