Cantik Itu Luka dan Midah Si Manis Bergigi Emas dan Cantik Itu Luka merupakan novel yang mengambil perempuan sebagai tokoh utamanya. Novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer dan Novel Cantik Luka karya Eka Kurniawan merupakan dua karya besar yang mendapatkan berbagai penghargaan. Bertema pada perjuangan perempuan, kedua novel ini memaknai cantik yang dikonstruksikan melalui tokoh-tokoh perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi kecantikan dalam novel Midah Si Manis Bergigi Emas dan novel Cantik Itu Luka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sastra bandingan, khususnya untuk mendapatkan persamaan atau perbedaan dalam kedua novel tersebut. Teori konstruksi kecantikan dengan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud digunakan untuk memperoleh pemaknaan kecantikan dari kepribadian tokoh perempuan. Hasil analisis dari kedua novel mengkonstruksikan kecantikan bukan hanya soal cantik dari dalam ataupun luar, juga sebagai pandangan bahwa cantik itu bisa membawa kemalangan dan malapetaka. Perbandingan tentang kecantikan yang muncul dari novel Midah Si Manis Bergigi Emas memfokuskan kecantikan pada satu kepribadian tokoh yang menjadi pusat dari alur ceritanya, yaitu Midah. Novel Cantik Itu Luka direkonstruksi oleh beberapa tokoh perempuan seperti Dewi Ayu, Cantik, Alamanda, dan Aneu dengan beragam stigma yang didapatkannya.
Copyrights © 2024