Fokus studi ialah mendalami peran folklor dalam upacara "Baremah Tau't" Adat Dayak Binua Dait. Upacara ini, sudah ada sejak zaman nenek moyang orang Dayak dan diwarisi secara turun temurun melalui peran Bilal. "Baremah Tau’t" mencakup tradisi "bauma/gawe uma" (berladang padi), yang melibatkan berbagai ritual “Baremah” untuk meminta izin kepada sang “Pama Pamingu” atau “Jubata” (Tuhan) pemilik alam semesta ini. Ritual “Baremah” memastikan kelancaran dalam beladang, serta menghindari gangguan mitis dan musibah yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Upacara "Baremah" ialah ritual doa adat Dayak dengan pengungkapan rasa syukur kepada "Jubata" (Tuhan) yang telah menyediakan alam. Studi ini menemukan bahwa masyarakat Dayak Binua Dait terhubung dengan kepercayaan mistis, terlihat dari tradisi yang masih terpelihara dengan baik seperti "Buang Tanung", "Balala", dan "Baremah Nabut" dalam setiap rangkaian upacara "Baremah" adat tersebut. Rangkaian upacara ini berfungsi mempersatukan masyarakat setempat, guna menjaga hubungan antara manusia, alam, dan pencipta. Folklor upacara "Baremah" bukanlah ritual biasa, melainkan manifestasi yang sangat penting dan masih relevan di zaman ini.
Copyrights © 2025