Survei air tanah di Kecamatan Bolo, Kecamatan Palibelo , Kecamatan Woha , Kecamatan Langgudu , Kecamatan Wawo, Kecamatan Sape, dan Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat telah dilaksanakan. Daerah penelitian terletak di kawasan mayoritas berbukit-bukit dengan jenis tanah rentan kekeringan. Air berlimpah saat musim hujan. Namun, saat musim kemarau permukaan tanahnya retak dan terjadi kekurangan air bersih. Situasi ini meresahkan masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Bima. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode konfigurasi Geolistrik Resistivitas Schlumberger. Titik pengukuran berada di tujuh Kecamatan dengan total 18 titik pengukuran. Lokasi penelitian di 118,6305833 SL; -8,300888889 EL sampai dengan 119,01925 SL; -8,704638889 EL atau meliputi area seluas ±1.961 Km2. Panjang lintasan yang digunakan maksimal 400 meter. Berdasarkan hasil data resistivitas geolistrik, ditemukan dua jenis akuifer yaitu akuifer terbuka dengan kedalaman berkisar antara 1 m sampai dengan 26 m dan akuifer tertekan dengan kedalaman berkisar antara 90 sampai dengan 115 m. Selain data informasi geolistrik, digunakan pula data pemboran di titik yang dapat dijangkau alat berat di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu. Di titik pemboran, didapatkan keberadaan lapisan akuifer pada kedalaman sekitar 80 meter. Penemuan sumur bor ini kemudian dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Copyrights © 2024