Tradisi melantunkan Pupujian di Masjid Uswatun Hasanah yang berada di Kampung Leuwi Dulang RT 02 RW 02 Desa Rancamula Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung, dilakukan dalam rangka syiar Islam dan ajakan kepada kaum muslimin untuk melaksanakan shalat berjamaah. Ada 12 jenis syair Pupujian yang dinadomkan di masjid tersebut yaitu: Nabi Ahir Jaman, Éling-Éling, Masa Alloh, Paniatan Ngaos, Tujuh Golongan Ahli Surga, Solawat ka Nabi, Nasab Rosul, Alam Mahsar, Istigfar, Ngabagéakeun nu Susah, Robana Ya Robana, dan “Pangalaman Santri” Ke 12 jenis syair Pupujian tersebut dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Analisis Pupujian tersebut dilakukan pada struktur pesan dan jumlah bait. Dari pengamatan itu terlihat bahwa paling sedikit syair Pupujian terdiri dari 2 bait, dan paling banyak 24 bait. Jumlah baris bervariasi, dua baris, empat dan enam baris atau larik. Pesan dakwah yang terkandung dalam setiap judul syair Pupujian yang diteliti yaitu: (a) mengingatkan umat Islam agar selamanya menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama (Ibadah), (b) meuji Keagungan Allah Dzat Pencipta alam dan seisinya (Tauhid), (c) menyeru umat Islam agar banyak berdoa dan berdzikir mengingat Allah SWT (Zikir), (d) seruan bertobat kepada Allah (Akhlak), (e) senantiasa melantunkan shalawat kepada Nabi (Ibadah) dan (f) berisi nasihat agar manusia bersabar dan tawakal kepada Allah terutama dalam menghadapi segala musibah dan ujian, termasuk ujian dalam menuntut ilmu (Akhlak).
Copyrights © 2024