Menjalani peran sebagai orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, diperlukan kemampuan regulasi emosi yang optimal dalam mendampingi dan membesarkan anak. Akan tetapi pencapaian tersebut tidak bisa terjadi begitu saja, dibutuhkan dukungan secara holistik dari lingungan meliputi dukungan dari keluarga, teman, dan orang-orang terdekat. Untuk itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan regulasi emosi pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional bevariat. Sebanyak 106 partisipan dengan menggunakan teknik insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Multidimensional Scale of Percieved Social Support (MSPSS) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Hasil penelitian membuktikan bahwa masing-masing bentuk dukungan sosial (keluarga, teman, dan orang-orang terdekat) tidak memiliki hubungan signifikan dengan regulasi emosi karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa meskipun terjadi peningkatan ataupun penurunan regulasi emosi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, bukan karena peningkatan atau penurunan faktor dukungan sosial.
Copyrights © 2024